Berkebajikan atau Bermaksiat

Pernah suatu saat terpikirkan, “Buat apa melamun-melamun tentang bagaimana nanti akan bermaksiat? Padahal lebih baik memikirkan cara-cara berbuat kebajikan.” Ya, lebih baik kita merenung dalam-dalam apa yang harus kita lakukan, bagaimana cara menyibukkan dalam kebajikan, daripada melamun gak jelas (apalagi merenung/merencanakan kemaksiatan, na’udzubillah).

Tiap-tiap kita tentunya menyadari bahwa dalam diri kita tersimpan akan potensi, baik potensi kebaikan maupun potensi keburukan (untuk bermaksiat). Dan itu semua tergantung dari pilihan kita untuk “mengembangkan” potensi yang mana.

Ingat akan dua orang yang masuk ke neraka karena keduanya ingin saling membunuh? Yang terbunuh maupun yang dibunuh sama-sama masuk ke neraka. Mengapa yang dibunuh juga dimasukkan ke neraka? Karena yang dibunuh juga berniat untuk membunuh, Cuma belum sempat saja. Dengan kata lain, meskipun baru ada niat membunuh, ia telah dicatat akan kemaksiatannya (untuk membunuh) meskipun belum melakukan. Nah, jangan-jangan niatan kita yang buruk selama ini juga telah dicatat Allah sebagai amalan kejahatan kita? Astaghfirullah…semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita semua.

Oleh karena itu, alangkah lebih baiknya jika kita merencanakan kebaikan-kebaikan yang akan kita lakukan, baik kebaikan kecil ataupun kebaikan yang besar. Yang jelas Allah pasti akan mencatat niatan amalan baik kita, dan tentunya akan Allah lipat gandakan pahalanya jika kita benar-benar melaksanakannya. Sungguh, setiap amalan-amalan kebaikan yang kita lakukan akan kembali pada diri kita, pun amalan-amalan kejahatan.

Kata Allah dalam Q.S. Al Muzzammil ayat 20:

“Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Dan juga di dalam QS Al Isra’ ayat 7:

“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri…”

Dan satu ayat lagi:

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia), dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka (di akhirat) dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan ” (QS. An Nahl:97).

Semoga kita kan slalu terbimbing (oleh Allah) tuk tetap dalam kebajikan.

-ingatkan bila tersalah-

Larangan, 28 April 2010 [22:57]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s