Berkebajikan dalam Kesendirian


Bersikap masa bodoh dengan apa yang terjadi di sekitar kita adalah suatu hal yang buruk. Apalagi hal tersebut menyangkut dengan umat Islam. Padahal sabda Nabi saw, “Sesiapa yang tidak mau memperhatikan/ memikirkan umatku maka ia bukan umatku.”

“Barangsiapa di pagi hari perhatiannya kepada selain Allah, maka Allah akan berlepas dari orang itu. Dan barangsiapa  di pagi hari tidak memperhatikan kepentingan kaum muslimin maka ia tidak termasuk golongan mereka (kaum muslimin).”

Ini adalah ingatan buat saya sendiri juga teman-teman semua. “Yang penting kan diri kita sendiri baik. Kita sendiri-sendiri (gak usah ikut bersama-sama) bisa juga kok keberbuat baik. Berbuat baik sendiri-sendiri kan juga gak papa.” Mungkin itu yang pernah saya pikirkan. Semoga tman-teman tidak pernah berpikir sedemikian rupa. Kalau hal tersebut yang menjadi patokan baku kita: berbuat baik sendiri-sendiri saja, maka sungguh merugilah ia. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya para “pejuang” kejahatan sedang menyibukkan diri mereka untuk saling bersinergi memecah-belah, menghancurkan umat Islam. Lalu, apakah kita juga akan berjuang sendiri? Padahal para “pejuang” kejahatan saling membentuk kekuatan, mengorbankan tenaga, harta, bahkan juga nyawanya untuk menghancurkan Islam. Apakah kita akan berdiam diri?  Tetap bersikukuh berkebajikan dalam kesendirian?

Oleh karenanya, marilah kita berkebajikan dalam kebersamaan dan menyerukan untuk berbuat kebajikan kepada sesama. Sebagaimana firman Allah;

“dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”

Di dalam hadits pernah disebutkan, “serigala itu hanya menerkam kambing yang jauh terpencil dari kawan-kawannya.” (HR. Abu Dawud)

Dan sungguh banyak keutamaan akan sebuah kebersamaan dalam kebaikan (jamaah). Sebagaimana firman Allah dalam QS Ash Shaff ayat 4:

  “Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”

Semoga kita kan terbimbing tuk berkebajikan dalam kebersamaan, bukan berkebajikan dalam kesendirian.

-ingatkan bila tersalah-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s