Dengarkan Kata Hatimu dan Berilah Ia Nutrisi!

(Tulisan ini khusus untuk nasihat diri saya)

Duhai diri, mohon dijawab jujur, tatkala engkau melakukan amal ketaatan, apa yang kau rasakan? Hatimu berkata bahwa ia mendukungku, ataukah hatimu malah melarangmu? Kemudian, tatkala engkau melakukan kemaksiatan, apa yang kau rasakan? Apakah yang dikatakan hatimu?

Silakan dijawab dari lubuk hati terdalammu.

“Ketahuilah,” sabda Rasulullah saw dalam riwayat Bukhari-Muslim, “Di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik, maka baik pulalah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak, maka rusak pulalah seluruh tubuh. Ketahuilah itu adalah hati.”

Duhai diri , bagaimanakah kondisi hatimu saat ini?  Sehatkah, sakitkah atau mati (naudzubillah). Saat melakukan sebuah amal, cobalah tanyakan pada hatimu, apa yang kau lakukan itu termasuk hal-hal yang diridhoi Allah ataukah hal yang dimurkai Allah. Sungguh, jikalau dengar kata hati, saat engkau hendak melakukan kemaksiatan, hatimu akan melarangmu; “Jangan! Jangan! Janganlah engkau melakukannya!” itulah teriakan hati saat engkau hendak bermaksiat kepada-Nya.

Mengapa amal (kebajikan dan kemaksiatan) terkait dengan (kata) hati? Cobalah seksamai sebuah hadits ini;

“Saya pernah bertanya kepada Rasulullah saw tentang kebajikan dan dosa, lalu beliau (Rasul saw) menjawab; “ Kebajikan itu adalah akhlak yang mulia dan dosa itu adalah apa yang bertengger di dadamu sementara kamu tidak senang  orang-orang mengetahuinya.”” (HR Muslim)

Di dalam hadits lain, “..Minta fatwalah kepada hatimu dan mintalah fatwa kepada dirimu. Kebajikan adalah apa yang menjadikan jiwa dan hati merasa tenang, sedangkan dosa adalah apa yang terombang-ambing di dalam jiwa dan dada meskipun orang-orang memberimu fatwa.” (HR Ahmad)

Jadi, dengarkan lubuk hati terdalammu…

“…Follow what feel is right

So trust your heart go ahead

Don’t lose sight

Follow that voice deep inside…”

(Sami Yusuf – Worry Ends)

Berikut adalah beberapa nutrisi tuk menghidupkan hatimu;

1. Dzikir dan membaca Al Qur’an

Ibnu Qayyim menyebutkan; dzikir adalah makanan pokok bagi hati dan ruh. Apabila seorang hamba kehilangannya, ia seperti tubuh yang tidak mendapatkan makanan pokok.

Dzikir dapat mengusir setan dan menundukkannya, juga menjadikan kita diridhoi Allah. Selain itu, dzikir juga menghilangkan kesedihan dan kegelisahan dari hati, mendatangkan kegembiraan, memberikan cahaya bagi hati dan wajah, memberikan kewibawaan dan keindahan, mendatangkan kecintaan pada Allah, ketaqwaan kepada-Nya dan menjadikan seorang hamba diingat oleh Allah.

“Maka ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku akan ingat kepadamu.” (QS. Al Baqarah:152)

Dzikir juga merupakan obat bagi kerasnya hati. “Lunakkan ia dengan dzikir!”, kata Hasan Al Bashri ketika ada seorang yang mengadukan kerasnya hatinya.

Abu Musa Al Asy’ariy meriwayatkan, Rasul saw bersabda, “Perumpaan orang yang berdzikir kepada Allah dengan yang tidak berdzikir itu seperti orang yang hidup dengan orang yang mati.” (HR. Bukhari)

“Ketahuilah, dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’du:28)

Dan dzikir terbaik adalah dengan membaca Al Qur’an.

2.  Istighfar

Istighfar berarti memohon maghfirah (penjagaan dari akibat buruk dosa-dosa dan penutupan atasnya.

“Dan mintalah maghfirah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Baqarah;199)

“Dan sesiapa yang melakukan kejahatan atau menzhalimi diri sendiri, kemudian memohon istighfar kepada Allah niscaya ia dapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa’110)

Abu Hurairah meriwayatkan, “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, “Adalah seorang hamba berbuat dosa, lalu berkata, “Duhai Rabbi, aku telah berbuat dosa, ampunilah aku!” Rabbnya menjawab, “Hamba-Ku tahu bahwa ia mempunyai Rabb yang mengampuni dosa dan memberi siksa, (karenanya) Kuampuni ia.”

Kemudian masa berlalu, dan orang tadi berbuat dosa lagi. Ia berkata. “Duhai Rabbi. Aku berbuat dosa lagi, ampunilah aku!” Rabbnya menjawab, “Hamba-Ku tahu bahwa ia mempunyai Rabb yang mengampuni dosa dan memberi siksa, (karenanya) Kuampuni ia.”

Lalu masa berlalu dan orang tadi berbuat dosa lagi. Ia berkata. “Duhai Rabbi. Aku berbuat dosa lagi, ampunilah aku!” Rabbnya menjawab, “Hamba-Ku tahu bahwa ia mempunyai Rabb yang mengampuni dosa dan memberi siksa. Ia kuampuni untuk yang ketiga kalinya. Selanjutnya, terserah padanya untuk melakukan apa saja.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maksud dari hadits tersebut adalah jika si hamba selalu dalam keadaan demikian; beristighfar setiap kali berbuat dosa. Yaitu istighfar yang tidak disertai dengan ishrar (terus-menerus dalam melakukan suatu dosa), Aisyah berkata, “berbahagialah orang yang mendapati catatan amalnya dipenuhi dengan istighfar.”

‘Ali berkata, “Allah tidak akan mengilhamkan istighfar kepada seorang hamba yang akan diazab-NYa.”

Maka engkau, duhai diri, perbanyaklah istighfar, memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Penerima taubat, lagi Maha Pengampun.

3. Doa

Allah berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya Kukabulkan bagimu.” (QS. Al Mukmin:60)

Allah memerintahkan kita untuk berdoa, dan Dia berjanji untuk mengabulkannya,

“Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku[*] akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina”. (QS. Al Mukmin:60)

[*] Yang dimaksud dengan menyembah-Ku di sini ialah berdoa kepada-Ku.

Abu Hurairah meriwayatkan, Rasululllah saw bersabda, “Sesiapa yang tidak memohon kepada Allah, ia akan dimurkai.” (HR. Tirmidzi)

“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan?” (QS. An Naml:62)

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.” (QS. Al Baqarah:186)

4. Bershalawat atas Nabi saw

Abu Hurairah meriwayatkan, bahwa Rasulullah swa bersabda,

“Sesiapa bershalawat atasku sekali, Allah akan bershalawat atasnya sepuluh kali.” (HR. Muslim)

Dari Anas bin Malik, NAbi saw bersabda

“Sesiapa mendengar namaku disebut, hendaknya ia bershalawat atasku. Sesiapa bershalawat atasnya sekali Allah akan bershalawat atasnya sepuluh kali. Dalam riwayat lain, disebutkan “Sesiapa bershalawat atasku sekali, Allah akan bershalawat atasnya sepuluh kali, diihapuskan darinya sepuluh kejahatan, dan diangkatnya ia sepuluh derajat.” (Hadits shahih riwayat Ibnu Sunniy)

Abdullah bin Mas’ud meriwayatkan, Nabi saw bersabda;

“Manusia yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti adalah yang paling banyak bershalawat atasku.” (HR. Ahmad)

5. Qiyamul Lail (Shalat Malam)

 

“Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya.” (QS. Al Muzzammil:20

Rasulullah bersabda, “Shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah qiyamul lail.” (HR. Muslim)

Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda,

“Setan membuat tiga ikatan pada tengkuk salah seorang dari kalian ketka tidur. Ia pukulkan pada tiap tempat ikatan itu ucapan “malam masih panjang, tidur lagi sajalah!”. Jika ia bangun lau berdzikir kepada Allah, lepaslah satu ikatan. Jika dialnjutkan dengan berswudhu, etrurailah ikatan yang kedua. Dan jika ia shalatt, lepaslah ikatan yang ketiga. Maka pagi harinya pun ia bersemangat dan baik kondisi jiwanya. Sebaliknya jika tidak, ia pun jadi malas dan buruk kondisi jiwanya.” (HR. Bukhari)

Maka engkau duhai diri, seberapa kuatkah azzammu tuk memberikan nutrisi-nutrisi itu pada hatimu?

 

 

-Riyadhush Shalihin

-Tazkiyatun Nafs

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s