Untuk Engkau yang Dihujat ketika Hendak Bertaubat

Tulisan ini, kutulis untukmuku, yang berusaha untuk bertaubat, tapi malah dihujat teman sejawat.

Sungguh kawan, sebuah pertaubatan itu tak memerlukan pengakuan manusia. Cukuplah bagimu Allah, cukup bagimu Allah. Ketika engkau bertaubat, tapi teman-temanmu yang dahulu pernah menyaksikan kemaksiatanmu, tak mempercayaimu, malah mencacimu, maka cukuplah bagimu saksi pertaubatannmu itu dari Allah. Saat-saat awal memasuki pintu taubat, yang kau butuhkan memang seorang teman yang menyemangatimu untuk bertaubat, yang menghulurkan tangannya menyambutmu dengan sambutan kehangatan untuk menguatkan pertaubatan. Tapi tatkala hal itu belum kau temukan, yakinlah bahwa Allah benar-benar mencintai orang-orang yang bertaubat lagi mensucikan dirinya.

Jika engkau benar-benar bertaubat, maka tak perlu kau pedulikan cacian dan hinaan yang ditujukan padamu. Yang kau harus lakukan adalah tunjukan kesungguhan taubatmu di hadapan Allah. Tunjukkan pada Allah bahwa engkau benar-benar bertaubat dengan taubat nasuha. Perbaikilah amalan-amalanmu, berhentilah dari melakukan kemaksiatan itu, perbanyaklah istighfar dan kau pun harus bertekad kuat untuk tidak melakukan kesalahan yang serupa.

Mungkin, ada sedikit rasa sakit akan hinaan yang terima. Tapi anggaplah itu sebagai cambuk untukmu. Mereka yang mencacimu memang tak tahu akan betapa beratnya meninggalkan dosa di awal-awal memasuki pintu taubat. Hingga mereka malah suka mengataimu “sok suci”, “munafik”, ataupun cacian semisal.

Kawan, untuk bertaubat, engkau tidak perlu membunuh 99 orang dan seorang rahib terlebih dahulu. Engkau pun tak perlu mengubur hidup-hidup anak perempuanmu terlebih dahulu. Lakukan saja; tinggalkan maksiat secepatnya, dan bertaubat. Kerana maut tak akan pernah menunggu kesiapan dirimu.

Kawan, Allah pasti melihat kesungguhan dan usahamu untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Meski dalam usaha perbaikan diri, dalam usaha taubat nasuhamu itu, selalu diiringi ujian-ujian lain.  Yang terpenting, janganlah putus asa. Semua itu hanyalah untk menguji kesungguhanmu. Maka buktikan usahamu itu. Agar kelak di akhirat nanti, engkau tak kan menyesalinya selamanya.

Ayo bertaubat kawan. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang diterima taubatnya. Aamiin.

Advertisements

4 thoughts on “Untuk Engkau yang Dihujat ketika Hendak Bertaubat

  1. ada yg salah nieh di kalimat yg ini..
    “perbanyaklah istighfar dan kau pun harus bertekad kuat untuk melakukan kesalahan yang serupa.”
    mungkin maksudnya ini kali ya, “perbanyaklah istighfar dan kau pun harus bertekad kuat untuk tidak melakukan kesalahan yang serupa.”

    maaf.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s